Minggu, 11 Oktober 2015

Mengendalikan Hawa Nafsu dalam Kristen

Mengendalikan Hawa Nafsu dalam Kristen
          Mengendalikan merupakan suatu tindakan membatasi atau menahan apapun yang ingin kita lakukan atau apapun yang ingin kita raih. Proses mengendalikan itu merupakan sesuatu langkah yang sulit bagi beberapa orang atau mungkin keseluruhan manusia karena akan menguras keinginan jasmaniah yang biasa atau baru akan kita coba serta lakukan. Dalam pandangan kristiani seseorang tidak akan mampu mengendalikan  sesuatu tanpa bantuan apa yang disebut Roh Kudus.
            Roh Kudus timbul dari iman serta perbuatan menurut ajaran kristus. Dalam (Roma 10:17) “Iman timbul dari pendengaran dan pedengaran oleh firman Kristus”. Jelas dari pandangan alkitabiah Roh Kudus datang dan hadir dalam setiap personal jiwa dari pendengaran akan firman Kristus. Kembali ke konteks mengendalikan jelas Kristen berpandangan bahwa setiap penganut serta pengikut Yesus wajib jika ingin mengendalikan apapun harus meminta bantuan Roh Kudus yang hadir dari Iman akan pendengaran Firman Tuhan.
            Nafsu merupakan sesuatu yang sudah ada dan tumbuh dalam setiap pribadi manusia,tanpa disadari nafsu itu telah ada sejak mengenal lingkungan sekitar. Dalam konteks kehdupan nafsu dapat digolongkan sebagai sesuatu yang mengarah ke hawa negatif, mengapa disebut mengarah ke negatif karena ketika seseorang di bawa oleh kenafsuan maka akan menjadi sebuah kelemahan yang akan membuat diri seseorang jatuh dan tidak berharga dalam konteks lingkungan masyarakat.
            Dalam pandangan  Kristiani nafsu diartikan juga kedagingan,artian kedagingan bahwa keinginan yang ada dalam diri masih menuruti keinginan daging atau duniawi. Dalam Kitab  (Galatia 5:19-21) 19 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 ”penyembahan  berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, 21 “kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya.”. Alkitab dalam pandangan Kristen telah  jelas tergambar bagamana kedagingan itu dengn berbagai bentuknya.
            Jika kita melihat konteks keduniawiaan dan lingkungannya, begitu banyak jelas tergambar bagaimana hawa nafsu mengundang setiap jiwa-jiwa yang lemah untuk hanyut dlam lingkaran kedagingan. Dalam dunia ini banyak orang-orang ataupun terkhusus pengikut Kristen sudah mulai mengarah ke dalam kedagingan, sebagai contoh dalam jemaat pun tekadang masih ada iri hati serta sombong iman yang tumbuh. Jelas ini merupakan panggilan negatih dari si jahat kedagingan.
            Di tambah lagi melihat perkembangan modernisasi dalam laju kehidupan global, kita sebagai manusia seahrusnya tidak lagi tutup mata terhadap keinginan-keinginan keduniawian dalam perkembangan pesat. Bahkan terburuknya banyak orang mulai melakukan hal-hal negatif justru untuk mencapai keinginan yang berbau hawa nafsu. Melihat hal tersebut butuh banyak gerakan ataupun pembinaan-pembinaa yang dilakukan setiap orang yang sadar ataupun umat beragama kepada buruknya kegagalan dalam hal mengendalikan hawa nafsu.
            Bagitu banyak akibat ataupun dampak ketika melihat hubungan antara hawa nafsu dengan keinginan duniawi, jika melihat masa sekarang kita tarik contoh: Hubungan sex bebas yang terjadi pada anak-anak dibawah umur Banyak sekali dampak kenikmatan sesaat melakukan hal negatif tersebut tekanan psikologis dari masyarakat, tersingkirnya masa depan yang diharapkan orantua ditambah lagi penyesalan yang timbul dari dalam pribadi yang berkecamuk sehingga dapat menjadi hal-hal negatif yang tidak diinginkan selanjutnya,
            Namun, banyak juga orang-orang yang berjuang mengendalikan hawa nafsu. Sampai-sampai stress bagaimana mengatasi kebingungan mengikut hawa nafsu dari ajakan lingkungn ataupun melawannya. Ini jelas menjadi sebuah perenungan di saat kita benar-benar ingin bangkit dan berubah dari keterpurukan masa lalu yang dibayangi hawa nafsu apapun itu, namun lingkungan sekitarnya tak mendukung tau bahkan memojokkan.
Jelas dalam konteks Kristani yang harus dilakukan merupakan ketetapan dan keteguhan keinginan yang harus tetap dijaga, meskipun orang disekitar memojokkan atau bahkan mem “bully” , namun disitulah letak perjuangan seorang kristiani, dari alkitab (Roma 8:35) “ Siapakay yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan, atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan, atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”.
Benar-benar menakutkan menjadi seorang yang berjuang melawan nafsu, namun tak ada yang dapat memisahkan dengan kasih Kristus, apalagi teah dijanjikan akan mendapat kebahagaan dalam Kristus ketika menjadi sukses melawan nafsu kedagingan. Manjadi kewajiban kita setiap umat Kristiani saling topng-menopang ataupun tolong-menolong untuk saling medukung dan mengingatkan melawan hawa nafsu kedagingan.
Timbul suatu kesimpulan  bagaimana menaklukkan hawa nafsu kedagingan, dalam Kitab (Efesus 6:14-18) 14 “ jadi berdirlah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 “ kakimu berkasutkan kerelaan untuk emberitakan Injil damai sejahtera, 16 “ dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si Jahat, 17 “ dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan . Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”

Sehingga benar-benar mengendalikan nafsu, sesuatu yang sulit namun asal berdasarkan firman dan iman yang semakin tumbuh dalam Tuhan menjadi hal yang mengasyikkan serta justru menjadi hal yang unik bagi tiap-tiap orang yang berhasil mengendalikan hawa nafsu. Jadilah pribadi yang unik dan berhasil bagi sekitar!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar