Mengendalikan
Hawa Nafsu dalam Kristen
Mengendalikan merupakan suatu tindakan
membatasi atau menahan apapun yang ingin kita lakukan atau apapun yang ingin
kita raih. Proses mengendalikan itu merupakan sesuatu langkah yang sulit bagi
beberapa orang atau mungkin keseluruhan manusia karena akan menguras keinginan
jasmaniah yang biasa atau baru akan kita coba serta lakukan. Dalam pandangan
kristiani seseorang tidak akan mampu mengendalikan sesuatu tanpa bantuan apa yang disebut Roh
Kudus.
Roh Kudus timbul dari iman serta perbuatan menurut ajaran
kristus. Dalam (Roma 10:17) “Iman timbul dari pendengaran dan pedengaran oleh
firman Kristus”. Jelas dari pandangan alkitabiah Roh Kudus datang dan hadir
dalam setiap personal jiwa dari pendengaran akan firman Kristus. Kembali ke
konteks mengendalikan jelas Kristen berpandangan bahwa setiap penganut serta
pengikut Yesus wajib jika ingin mengendalikan apapun harus meminta bantuan Roh
Kudus yang hadir dari Iman akan pendengaran Firman Tuhan.
Nafsu merupakan sesuatu yang sudah ada dan tumbuh dalam
setiap pribadi manusia,tanpa disadari nafsu itu telah ada sejak mengenal
lingkungan sekitar. Dalam konteks kehdupan nafsu dapat digolongkan sebagai
sesuatu yang mengarah ke hawa negatif, mengapa disebut mengarah ke negatif karena
ketika seseorang di bawa oleh kenafsuan maka akan menjadi sebuah kelemahan yang
akan membuat diri seseorang jatuh dan tidak berharga dalam konteks lingkungan
masyarakat.
Dalam pandangan Kristiani nafsu diartikan juga
kedagingan,artian kedagingan bahwa keinginan yang ada dalam diri masih menuruti
keinginan daging atau duniawi. Dalam Kitab
(Galatia 5:19-21) 19 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu
percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 ”penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan,
iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, 21
“kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya.”. Alkitab dalam pandangan
Kristen telah jelas tergambar bagamana
kedagingan itu dengn berbagai bentuknya.
Jika kita melihat konteks keduniawiaan dan lingkungannya,
begitu banyak jelas tergambar bagaimana hawa nafsu mengundang setiap jiwa-jiwa
yang lemah untuk hanyut dlam lingkaran kedagingan. Dalam dunia ini banyak
orang-orang ataupun terkhusus pengikut Kristen sudah mulai mengarah ke dalam
kedagingan, sebagai contoh dalam jemaat pun tekadang masih ada iri hati serta
sombong iman yang tumbuh. Jelas ini merupakan panggilan negatih dari si jahat
kedagingan.
Di tambah lagi melihat perkembangan modernisasi dalam
laju kehidupan global, kita sebagai manusia seahrusnya tidak lagi tutup mata
terhadap keinginan-keinginan keduniawian dalam perkembangan pesat. Bahkan
terburuknya banyak orang mulai melakukan hal-hal negatif justru untuk mencapai
keinginan yang berbau hawa nafsu. Melihat hal tersebut butuh banyak gerakan
ataupun pembinaan-pembinaa yang dilakukan setiap orang yang sadar ataupun umat
beragama kepada buruknya kegagalan dalam hal mengendalikan hawa nafsu.
Bagitu banyak akibat ataupun dampak ketika melihat
hubungan antara hawa nafsu dengan keinginan duniawi, jika melihat masa sekarang
kita tarik contoh: Hubungan sex bebas yang terjadi pada anak-anak dibawah umur
Banyak sekali dampak kenikmatan sesaat melakukan hal negatif tersebut tekanan
psikologis dari masyarakat, tersingkirnya masa depan yang diharapkan orantua
ditambah lagi penyesalan yang timbul dari dalam pribadi yang berkecamuk
sehingga dapat menjadi hal-hal negatif yang tidak diinginkan selanjutnya,
Namun, banyak juga orang-orang yang berjuang mengendalikan
hawa nafsu. Sampai-sampai stress bagaimana mengatasi kebingungan mengikut hawa
nafsu dari ajakan lingkungn ataupun melawannya. Ini jelas menjadi sebuah
perenungan di saat kita benar-benar ingin bangkit dan berubah dari keterpurukan
masa lalu yang dibayangi hawa nafsu apapun itu, namun lingkungan sekitarnya tak
mendukung tau bahkan memojokkan.
Jelas
dalam konteks Kristani yang harus dilakukan merupakan ketetapan dan keteguhan
keinginan yang harus tetap dijaga, meskipun orang disekitar memojokkan atau
bahkan mem “bully” , namun disitulah letak perjuangan seorang kristiani, dari
alkitab (Roma 8:35) “ Siapakay yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?
Penindasan, atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan, atau
ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”.
Benar-benar
menakutkan menjadi seorang yang berjuang melawan nafsu, namun tak ada yang
dapat memisahkan dengan kasih Kristus, apalagi teah dijanjikan akan mendapat
kebahagaan dalam Kristus ketika menjadi sukses melawan nafsu kedagingan.
Manjadi kewajiban kita setiap umat Kristiani saling topng-menopang ataupun
tolong-menolong untuk saling medukung dan mengingatkan melawan hawa nafsu
kedagingan.
Timbul
suatu kesimpulan bagaimana menaklukkan
hawa nafsu kedagingan, dalam Kitab (Efesus 6:14-18) 14 “ jadi
berdirlah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15
“ kakimu berkasutkan kerelaan untuk emberitakan Injil damai sejahtera, 16
“ dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai
itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si Jahat, 17 “
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam
segala doa dan permohonan . Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya
untuk segala orang Kudus”
Sehingga
benar-benar mengendalikan nafsu, sesuatu yang sulit namun asal berdasarkan
firman dan iman yang semakin tumbuh dalam Tuhan menjadi hal yang mengasyikkan
serta justru menjadi hal yang unik bagi tiap-tiap orang yang berhasil
mengendalikan hawa nafsu. Jadilah pribadi yang unik dan berhasil bagi
sekitar!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar