Jumat, 09 Oktober 2015

Agama dan Fungsi dalam Masyarakat

Agama dan Fungsi dalam Masyarakat
            Agama merupakan sebuah pengalaman atau experience konkret serta nyata yang menggambarkan unsur-unsur kejujuran dari agama itu sendiri melalui ajaran-ajaran atau doktrin agama itu sendiri, maupun melalui penganut atau pengikut suatu ajaran agama tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan individu-individu yang berkumpul dalam satu wilayah atau lebih dan menjadi satu-kesatuan masyarakat.
            Ketika berbicara agama dalam lingkup masyarakat berarti berbicara bebagai agama yng berbeda dengan penganut serta pengikut-pengikut dengan karakter yang berbeda-beda pula. Di sinilah jelas dan nyata dituntut peran agama dalam memerankan 5 fungsi agama dalam masyarakat, fungsi tersebut ialah:
1)   Fungsi Edukatif: Agama dituntut memerankan fungsi pengajaran dan pembelajaran ke dalam lingkup masyarakat, Edukasi yang diberikan harus berupa pengajaran berdasarkan agama dan moral yang berlaku dalam agama serta masyarakat kepada penganut-penganut setiap agama tersebut.
2)   Fungsi Penyelamatan Sosial: Agama dijadikan sarana atau alat untuk mencapai “kebahagiaan akhir”. Pernyataan ini jelas bahwa agama ialah tempat yang nyaman dan tenteram di mana setiap personal ataupun jiwa mencari ketenangan akhir setelah merasa jenuh ataupun bosan menghadapi kenyataan dunia, Di sinilah agama bertindak menyelamatkan jiwa-jiwa melalui pengajaran-pengajaran yang disampaikan kepada setiap penganutnya.
3)   Fungsi Pengawasan Sosial: Pengawasan berarti layaknya pagar ataupun bambu pembatas yang membatasi sekaligus mengawasi setiap orang ataupun penganutnya yang melawati batas norma atau etika dalam masyarakat maupun aturan agama. Sehingga bukan hanya norma yang berlaku membina masayarakat, namun agama mampu berotoritas dalam memberi pengawaasan sekaligus pengajaran. Dalam konteks Kristiani, pembinaan bagi setiap penganut agama Kristen yang melanggar atau melewati batas etika kristiani ataupun aturan-aturn gereja disebut “Penggembalaan”, yang mana jemaat gereja yang melanggar aturan-aturan gereja akan digembalakan atau diajari dan diberikan pengertian bagaimana seharusnya menjadi seseorang Kristen yang sewajarnya dan mampu memberikan terang di tengah masyarakat.
4)   Fungsi Memupuk Persaudaraan: Memupuk artinya membina atau memberikan stimulusu, yang berarti agama mampu membina dan memberi stimulus atau vitamin kepada mayarakat agar membina hubungan persaudaraan satu sama lain. Perlunya saling menghargai dan saling mengasihi antar umat beragama. Disinilah agama seharusnya menjadi garis depan penyatu perbedaan dengan menggunakan metode-metode forum ataupun pertemuan yang didasari atas rasa kemanusiaan tanpa menghilangkan unsur keagamaan

5)   Fungsi Transformatif: Agama seharusnya menjadi pencerah atau penuntun perubahan ke dalam konteks sosial masyarakat, Artinya, kebiasaan ataupun kegiatan yang dilangsungkan secara turun temurun namun mengarah negative mampu secara bertahap dirubah berdasarkan konteks keagamaan, sehingga agama pembawa perubahan mampu benar-benar terasa dalam konteks masyarakat beragama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar