Agama
dan Fungsi dalam Masyarakat
Agama merupakan sebuah pengalaman atau experience konkret
serta nyata yang menggambarkan unsur-unsur kejujuran dari agama itu sendiri
melalui ajaran-ajaran atau doktrin agama itu sendiri, maupun melalui penganut
atau pengikut suatu ajaran agama tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan
sekumpulan individu-individu yang berkumpul dalam satu wilayah atau lebih dan
menjadi satu-kesatuan masyarakat.
Ketika berbicara agama dalam lingkup masyarakat berarti
berbicara bebagai agama yng berbeda dengan penganut serta pengikut-pengikut
dengan karakter yang berbeda-beda pula. Di sinilah jelas dan nyata dituntut
peran agama dalam memerankan 5 fungsi agama dalam masyarakat, fungsi tersebut
ialah:
1) Fungsi
Edukatif: Agama dituntut memerankan fungsi pengajaran dan pembelajaran ke dalam
lingkup masyarakat, Edukasi yang diberikan harus berupa pengajaran berdasarkan
agama dan moral yang berlaku dalam agama serta masyarakat kepada
penganut-penganut setiap agama tersebut.
2) Fungsi
Penyelamatan Sosial: Agama dijadikan sarana atau alat untuk mencapai “kebahagiaan
akhir”. Pernyataan ini jelas bahwa agama ialah tempat yang nyaman dan tenteram
di mana setiap personal ataupun jiwa mencari ketenangan akhir setelah merasa
jenuh ataupun bosan menghadapi kenyataan dunia, Di sinilah agama bertindak
menyelamatkan jiwa-jiwa melalui pengajaran-pengajaran yang disampaikan kepada
setiap penganutnya.
3) Fungsi
Pengawasan Sosial: Pengawasan berarti layaknya pagar ataupun bambu pembatas
yang membatasi sekaligus mengawasi setiap orang ataupun penganutnya yang
melawati batas norma atau etika dalam masyarakat maupun aturan agama. Sehingga bukan
hanya norma yang berlaku membina masayarakat, namun agama mampu berotoritas
dalam memberi pengawaasan sekaligus pengajaran. Dalam konteks Kristiani,
pembinaan bagi setiap penganut agama Kristen yang melanggar atau melewati batas
etika kristiani ataupun aturan-aturn gereja disebut “Penggembalaan”, yang mana
jemaat gereja yang melanggar aturan-aturan gereja akan digembalakan atau
diajari dan diberikan pengertian bagaimana seharusnya menjadi seseorang Kristen
yang sewajarnya dan mampu memberikan terang di tengah masyarakat.
4) Fungsi
Memupuk Persaudaraan: Memupuk artinya membina atau memberikan stimulusu, yang
berarti agama mampu membina dan memberi stimulus atau vitamin kepada mayarakat
agar membina hubungan persaudaraan satu sama lain. Perlunya saling menghargai
dan saling mengasihi antar umat beragama. Disinilah agama seharusnya menjadi
garis depan penyatu perbedaan dengan menggunakan metode-metode forum ataupun
pertemuan yang didasari atas rasa kemanusiaan tanpa menghilangkan unsur keagamaan
5) Fungsi
Transformatif: Agama seharusnya menjadi pencerah atau penuntun perubahan ke
dalam konteks sosial masyarakat, Artinya, kebiasaan ataupun kegiatan yang
dilangsungkan secara turun temurun namun mengarah negative mampu secara
bertahap dirubah berdasarkan konteks keagamaan, sehingga agama pembawa
perubahan mampu benar-benar terasa dalam konteks masyarakat beragama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar