Karunia
Roh
Ketika
kita ingin mulai memahami arti dari Roh Kudus, maka kita mulai juga dengan
pengertian kata “roh”, berasal dari kata Yunani pneuma dan dalam bahasa Ibrani adalah ruakh. Artinya ialah udara yang bergerak
bebas untuk menghidupkan atau di sebut tanda kehidupan. Roh yang sejati berbeda
dengan ide manusia tentang roh yang kasat mata, namun Allah ialah Roh. Sehingga
dalam artian ini roh yang sesungguhnya pribadi, individu yang bebas. Maka dari
itu Tuhan yang setelah bangkit dari orang mati menjadi roh, sehingga menjadi
pribadi yang bebas.
Berbicara
tentang pekerjaan Roh Kudus dalam diri manusia, mari kita melihat pada alkitab
dari 1 Korintus 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak seorang
pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan
tidak ada seorangpun, yang dapat engaku “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh
Kudus”. Artinya, iman kepada Yesus sebagai Tuhan berhubungan erat dengan
pekerjaan Roh Kudus.
Satu hal yang dapat dipelajari bahwa Pentakosta adalah batas akhir dari masa
kerja Kristus dan awal dari masa kerja Roh Kudus. Jadi, Roh Kudus tidak lain
adalah kehadiran Kristus secara baru dalam dunia, yang artinya Kristus yang
mengkaruniakan Roh Kudus kepada umat-Nya. Dalam konteks Perjanjian Baru Kristus
adalah subjek pemberi Roh Kudus, sehingga Ia melalui Roh Kudus bekerja dalam
setiap orang percaya sekalipun kini ia di sorga.
Ketika Alkitab berkata-kata tentang kehidupan baru di
setiap kehidupan, Alkitab menegaskan jika seseorang tidak memiliki Roh Kudus,
ia tidak mempunyai bagian dalam Kristus (Roma 8:9). Ini berlaku bag dup dalam
Roh, hidup dalam pemerintahan baru, dalam orde keselamatan. Setiap orang yang
memiliki bagian dalam Kristus,ia hidup dalam kekuasaan Roh, dalam orde
keselamatan.Perilaku dan cara hidup dalam orde yang lama ditinggalkan. Sebagai
gantinya, ia menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5)
Jadi, dalam Roh, kasih Kristus menjadi dasar dan akar
dari hidup sehingga hal inilah menjadi dasar orang percaya dibangun. Hal ini disebut
juga tanda anugerah Allah dimana pembenaran akan setiap hidup manusia adalah
karya Allah yang tertinggi bagi manusia. Dalam setiap aspek yang mendasar dan
penting yang berlaku dalam pekerjaan Kristus dan Roh Kudus untuk membaharui
kehidupan manusia.
Banyak orang berpikir bahwa “manusia baru akan menjadi
seperti malaikat”, namun iu merupakan pemikiran yang salah. Manusia baru
tetaplah manusia, Ia tidak berubah menjadi malaikat yang kebal terhadap
kemungkinan salah dan berdosa. Namun perbedaannya manusia baru dengan manusia
yang berdosa lainnya ialah terletak pada kesadaran akan melakukan dosa tersebut
dan berusaha untuk memperbaiki dan hidup dengan cara benar, sedangkan manusia
belum hidup baru, ketika melakukan dosa dan merasa bahagia hidup dalam lumpur
dosa.
Dalam kehidupan sekarang
jemaat sudah seharusnya hidup dewasa dalam Kristus. Dewasa yang berarti
bukan lagi anak-anak dalam Kristus, tetapi dewasa dalam kepenuhan Kristus yang
berdiam dalam diri. Dalam artian jemaat tetap dalam keadaan sebagai manusia,
tetapi makin menjadi manusia baru. Semua hal lain, hal sekunder dan hal kedua
seperti bahasa lidah, karunia penyembuhan dan lain-lain boleh berlalu serta
bisa saja tidak dimiliki jemaat, tetapi yang utama yakni iman, pengharapan, dan
kasih harus ada dalam setiap manusia baru.
Berbicara tentang curahan Roh Kudus merupakan hal
penting, karena ini diperlukan dalam kelanjutan pekerjaan Allah di dunia dan
setipa manusia hendaknya bertumbuh dalam kekudusan, Roh kudus melengkapi setiap
orang-rang percaya dengan karunia-karunia khusus, contohnya pelayanan dan
kharisma. Hal-hal ini bukan merupakan hal primer, karunia khusus ini semacam
simbolis dan semacam aliran manusia yang harus di keluarkan dari kungkungan
gelap dan memiliki tugas untuk berbicara tentang hal besar pekerjaan Allah
sehingga manusia lain memahaminya
Hal pencurahan Roh Kudus ini menjadi semacam persatuan
dan semangat bagi orang percaya agar bersama-sama melakukan pekerjaan besar
bagi kemuliaan Allah. Hal pemberian simbolis dari roh kudus ini diibaratkan
seperti anggota tubuh, yang mana banyak anggota tubuh dengan satu tubuh. Yang
artinya tiap-tiap orang diberikan hal-hal atau simbolis dari Roh Kudus secara
berbeda-beda dengn tujuan untuk embangun satu tujuan memuliakan nama Allah.
Tidak ada yang bisa mengatur pekerjaan Roh kudus, dalam
hal ini ditekankan Roh akn mencurahkan pemberiannya terjadi dengan sendirinya,
tanpa diharapkan atau dipersiapkan. Hal ini juga tergantung kehendak Allah
berdasarkan persesuaian dengan iman kepada Yesus Kristus. Melihat masa sekarang
nubuat berangsur-angsur digantikan dengan karunia-karunia seperti guru
penginjil, dan penilik jemaat. Dari hal ini kita belajar bahwa Roh Kudus tidak
bekerja dalam satu sistem statis atau tetap, namun ini merupakan kelanutan
pekerjaan Allah di dunia.
Pemberian Roh Kudus tidak terletak dalam kekuasaan dan
kehebatan manusia, banyak orang sepanjang hidupnya menunjukkan kualitas sebagai
anggota tubuh Kristus, tetapi tidak memiliki karunia-karunia istimewa itu.
Dalam memahami karya Roh Kudus kita tidak boleh berpikiran sempit, bahkan
karunia-karunia Roh Kudus lebh banyak dan lebih luas demi kemuliaan Allah.
Jadi kita dapat berkesimpulan ada rupa-rupa karunia,
tetapi satu roh. Meskipun semua karunia berasal dari roh yang sama, tetapi ada
karunia yang menjadi kunci untuk mengarahkan dan memberi makna pada karunia
yang beraneka ragam itu. Karunia berbicara dalam bahasa roh ternyata tidak
termasuk pada karunia kunci itu. Dibanding dengan mengajar, karunia bahasa roh
kurang penting bagi jemaat.
Paulus mendorong setiap orang percaya untuk berdoa agar
Tuhan mengaruniakan karunia yang sebenarnya adalah karunia kasih, karena kasih
adalah karunia yang tertinggi, paling utama dan paling kekal. Karunia yang
eraneka ragamnya bisa saja berakhir, namun kasih tidak akan pernah berakhir,
kasih dapat menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan
segala sesuatu, dan sabar menanggung sesuatu (1 Korintus 13 4-7)
Dengan kata lain kita tidak perlu berebutan memperoleh
karunia bahasa roh, lebih baik kita berusaha mendapatkan kasih dalam hati kita.
Jika kita sudah dapat mengasihi Allah, sesama dan alam. Janganlah membuang
kasih atau menukarnya dengan karunia lain, hanya rang bodoh saja yang ingin
menggantikan kasih dengan karunia lain.
Pada saat kita mengaku percaya kepada Yesus sebagai
Tuhan, kita sesungguhnya sedang hidup oleh kuasa dan anugerah Roh Kudus. Kita
tidak perlu lagi berjerih lelah untuk menerima baptisan Roh. Maskipun begitu,
karena kita telah hidup oleh kuasa dan anugerah Roh Kudus, baiklah kita memberi
diri untuk terus menerus dipimpin oleh Roh itu (Galatia 5:25)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar