Kamis, 26 November 2015

Karunia Roh

Karunia Roh
Ketika kita ingin mulai memahami arti dari Roh Kudus, maka kita mulai juga dengan pengertian kata “roh”, berasal dari kata Yunani  pneuma  dan dalam bahasa Ibrani adalah ruakh. Artinya ialah udara yang bergerak bebas untuk menghidupkan atau di sebut tanda kehidupan. Roh yang sejati berbeda dengan ide manusia tentang roh yang kasat mata, namun Allah ialah Roh. Sehingga dalam artian ini roh yang sesungguhnya pribadi, individu yang bebas. Maka dari itu Tuhan yang setelah bangkit dari orang mati menjadi roh, sehingga menjadi pribadi yang bebas.
Berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus dalam diri manusia, mari kita melihat pada alkitab dari 1 Korintus 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat engaku “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus”. Artinya, iman kepada Yesus sebagai Tuhan berhubungan erat dengan pekerjaan Roh Kudus.
            Satu hal yang dapat dipelajari  bahwa Pentakosta adalah batas akhir dari masa kerja Kristus dan awal dari masa kerja Roh Kudus. Jadi, Roh Kudus tidak lain adalah kehadiran Kristus secara baru dalam dunia, yang artinya Kristus yang mengkaruniakan Roh Kudus kepada umat-Nya. Dalam konteks Perjanjian Baru Kristus adalah subjek pemberi Roh Kudus, sehingga Ia melalui Roh Kudus bekerja dalam setiap orang percaya sekalipun kini ia di sorga.
            Ketika Alkitab berkata-kata tentang kehidupan baru di setiap kehidupan, Alkitab menegaskan jika seseorang tidak memiliki Roh Kudus, ia tidak mempunyai bagian dalam Kristus (Roma 8:9). Ini berlaku bag dup dalam Roh, hidup dalam pemerintahan baru, dalam orde keselamatan. Setiap orang yang memiliki bagian dalam Kristus,ia hidup dalam kekuasaan Roh, dalam orde keselamatan.Perilaku dan cara hidup dalam orde yang lama ditinggalkan. Sebagai gantinya, ia menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5)
            Jadi, dalam Roh, kasih Kristus menjadi dasar dan akar dari hidup sehingga hal inilah menjadi dasar orang percaya dibangun. Hal ini disebut juga tanda anugerah Allah dimana pembenaran akan setiap hidup manusia adalah karya Allah yang tertinggi bagi manusia. Dalam setiap aspek yang mendasar dan penting yang berlaku dalam pekerjaan Kristus dan Roh Kudus untuk membaharui kehidupan manusia.
            Banyak orang berpikir bahwa “manusia baru akan menjadi seperti malaikat”, namun iu merupakan pemikiran yang salah. Manusia baru tetaplah manusia, Ia tidak berubah menjadi malaikat yang kebal terhadap kemungkinan salah dan berdosa. Namun perbedaannya manusia baru dengan manusia yang berdosa lainnya ialah terletak pada kesadaran akan melakukan dosa tersebut dan berusaha untuk memperbaiki dan hidup dengan cara benar, sedangkan manusia belum hidup baru, ketika melakukan dosa dan merasa bahagia hidup dalam lumpur dosa.      
            Dalam kehidupan sekarang  jemaat sudah seharusnya hidup dewasa dalam Kristus. Dewasa yang berarti bukan lagi anak-anak dalam Kristus, tetapi dewasa dalam kepenuhan Kristus yang berdiam dalam diri. Dalam artian jemaat tetap dalam keadaan sebagai manusia, tetapi makin menjadi manusia baru. Semua hal lain, hal sekunder dan hal kedua seperti bahasa lidah, karunia penyembuhan dan lain-lain boleh berlalu serta bisa saja tidak dimiliki jemaat, tetapi yang utama yakni iman, pengharapan, dan kasih harus ada dalam setiap manusia baru.
            Berbicara tentang curahan Roh Kudus merupakan hal penting, karena ini diperlukan dalam kelanjutan pekerjaan Allah di dunia dan setipa manusia hendaknya bertumbuh dalam kekudusan, Roh kudus melengkapi setiap orang-rang percaya dengan karunia-karunia khusus, contohnya pelayanan dan kharisma. Hal-hal ini bukan merupakan hal primer, karunia khusus ini semacam simbolis dan semacam aliran manusia yang harus di keluarkan dari kungkungan gelap dan memiliki tugas untuk berbicara tentang hal besar pekerjaan Allah sehingga manusia lain memahaminya
            Hal pencurahan Roh Kudus ini menjadi semacam persatuan dan semangat bagi orang percaya agar bersama-sama melakukan pekerjaan besar bagi kemuliaan Allah. Hal pemberian simbolis dari roh kudus ini diibaratkan seperti anggota tubuh, yang mana banyak anggota tubuh dengan satu tubuh. Yang artinya tiap-tiap orang diberikan hal-hal atau simbolis dari Roh Kudus secara berbeda-beda dengn tujuan untuk embangun satu tujuan memuliakan nama Allah.
            Tidak ada yang bisa mengatur pekerjaan Roh kudus, dalam hal ini ditekankan Roh akn mencurahkan pemberiannya terjadi dengan sendirinya, tanpa diharapkan atau dipersiapkan. Hal ini juga tergantung kehendak Allah berdasarkan persesuaian dengan iman kepada Yesus Kristus. Melihat masa sekarang nubuat berangsur-angsur digantikan dengan karunia-karunia seperti guru penginjil, dan penilik jemaat. Dari hal ini kita belajar bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam satu sistem statis atau tetap, namun ini merupakan kelanutan pekerjaan Allah di dunia.      
            Pemberian Roh Kudus tidak terletak dalam kekuasaan dan kehebatan manusia, banyak orang sepanjang hidupnya menunjukkan kualitas sebagai anggota tubuh Kristus, tetapi tidak memiliki karunia-karunia istimewa itu. Dalam memahami karya Roh Kudus kita tidak boleh berpikiran sempit, bahkan karunia-karunia Roh Kudus lebh banyak dan lebih luas demi kemuliaan Allah.
            Jadi kita dapat berkesimpulan ada rupa-rupa karunia, tetapi satu roh. Meskipun semua karunia berasal dari roh yang sama, tetapi ada karunia yang menjadi kunci untuk mengarahkan dan memberi makna pada karunia yang beraneka ragam itu. Karunia berbicara dalam bahasa roh ternyata tidak termasuk pada karunia kunci itu. Dibanding dengan mengajar, karunia bahasa roh kurang penting bagi jemaat.
            Paulus mendorong setiap orang percaya untuk berdoa agar Tuhan mengaruniakan karunia yang sebenarnya adalah karunia kasih, karena kasih adalah karunia yang tertinggi, paling utama dan paling kekal. Karunia yang eraneka ragamnya bisa saja berakhir, namun kasih tidak akan pernah berakhir, kasih dapat menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung sesuatu (1 Korintus 13 4-7)
            Dengan kata lain kita tidak perlu berebutan memperoleh karunia bahasa roh, lebih baik kita berusaha mendapatkan kasih dalam hati kita. Jika kita sudah dapat mengasihi Allah, sesama dan alam. Janganlah membuang kasih atau menukarnya dengan karunia lain, hanya rang bodoh saja yang ingin menggantikan kasih dengan karunia lain.

            Pada saat kita mengaku percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, kita sesungguhnya sedang hidup oleh kuasa dan anugerah Roh Kudus. Kita tidak perlu lagi berjerih lelah untuk menerima baptisan Roh. Maskipun begitu, karena kita telah hidup oleh kuasa dan anugerah Roh Kudus, baiklah kita memberi diri untuk terus menerus dipimpin oleh Roh itu (Galatia 5:25)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar